X

Babak Akhir Sengketa Pilpres

Perdebatan mengenai keabsahan pencalonan Gibran, mengemuka dalam ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK). Bahkan salah satu petitum pemohon dalam sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) ini meminta agar pasangan Prabowo-Gibran didiskualifikasi dari Pilpres 2024 ini. Dalam petitum perkara nomor 2/PHPU.PRES-XXII/2024[1] tersebut, pasangan Ganjar-Mahfud meminta pasangan Prabowo-Gibran didiskualifikasikan selaku pasangan calon peserta pemilihan umum … [Baca Selengkapnya...] about Babak Akhir Sengketa Pilpres

Intelektual Publik

Kata “netral” kerap kali disematkan kepada kaum cendekiawan. Mereka dipaksa diam atas keputusan penguasa kendati berdampak buruk bagi rakyat. Ini jelas pikiran dangkal, pertanda sesat pikir tentang tanggung jawab kaum intelektual. Kaum intelektual seharusnya menjadi suluh yang membuka borok kekuasaan yang abai dengan kehendak rakyat. Noam Chomsky dalam The Responsibility of Intellectuals (1967) menyebut bahwa, “kaum intelektual harus berada dalam posisi untuk mengungkap kebohongan pemerintah, untuk menganalisis tindakan sesuai dengan penyebab dan motif mereka, dan sering kali memiliki niat yang tersembunyi”. Oleh karenanya, kata netral tidak boleh ada dalam kamus kaum intelektual.

Tulisan ini sebelumnya sudah dimuat di Koran Tempo, edisi Jumat 22 Oktober 2021. Silahkan dibaca lebih lanjut melalui link berikut ini : Intelektual Publik. Sumber gambar : pikist.com.

Categories: PendidikanPilihan
Tags: Antonio GramsciCendekiawanEdward SaidIntelektualIntelektual Kelas KambingIntelektual PublikKebebasan AkademikMoral PublikMuhammad HattaNoam ChomskyRomo MangunwijayaSukarno