X

Babak Akhir Sengketa Pilpres

Perdebatan mengenai keabsahan pencalonan Gibran, mengemuka dalam ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK). Bahkan salah satu petitum pemohon dalam sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) ini meminta agar pasangan Prabowo-Gibran didiskualifikasi dari Pilpres 2024 ini. Dalam petitum perkara nomor 2/PHPU.PRES-XXII/2024[1] tersebut, pasangan Ganjar-Mahfud meminta pasangan Prabowo-Gibran didiskualifikasikan selaku pasangan calon peserta pemilihan umum … [Baca Selengkapnya...] about Babak Akhir Sengketa Pilpres

Tafsir Keliru Hak Menguasai Negara

Konflik pertanahan yang terjadi, terutama yang dipicu oleh Proyek Strategis Nasional (PSN), diakibatkan oleh tafsir Pemerintah yang keliru terhadap makna “Hak Menguasai Negara”. Pemerintah yang mewakili kepentingan negara, merasa memegang kendali penuh atas bumi, air, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Jadi tidak mengherankan ketika Pemerintah dengan entengnya merampas dan mengambil alih tanah-tanah rakyat atas nama kepentingan pembangunan. Wajah asli negara diperlihatkan melalui keputusan-keputusan Pemerintah yang lebih memihak kepada kepentingan investasi, khususnya asing dan swasta, ketimbang kepentingan rakyatnya sendiri. Cara pandang yang keliru ini berdampak tidak hanya terhadap hilangnya tanah dan lahan tempat warga negara berpijak, tapi juga lenyapnya ruang hidup dan masa depannya. Pemerintah tanpa tedeng aling-aling, memaksa rakyatnya untuk menyerahkan tanahnya dengan kedok “kepentingan umum”.

Tulisan ini sebelumnya sudah dimuat di kolom pendapat koran TEMPO, edisi Selasa 16 April 2024. Ilustrasi gambar : TEMPO/J. Prasongko.

Categories: Ekonomi PolitikPilihan
Tags: AgrariaHak Menguasai NegaraHMNInvestasiPembangunanPilihanPSNSDASumber Daya Alam